Senin, 13 Februari 2012

Disana Diatas Sini

pagi begitu cerah langit terasa bersahabat. sungguh besar cinta Tuhan padaku pagi itu. seperti biasa aku aku pergi menuntut ilmu kesekolah tercinta di betung. sungguh sangat malas untuk bangkit namun aku takut jika ibu ku marah-marah. pernah suatu ketika aku belum juga bangun sekitar pukul 08.00 pagi, ibu diam didepanku dan memanggil nama ku dengan lembut "Dwi, cepatlah bangun Nak! Ibu ingin pergi kepasar untuk membeli barang dapur yang hampir habis". Dan dengan badan yang loyo, mmata terpejam, dan tak tahu arah aku pun ke WC untuk membersihkan muka. Setelah itu ke warung, warung yang sederhana. Warung manisan isinya, entah tahun berapa warung itu dibangun karena dulu aku masih sangat tak mengerti.  
***

Aku duduk diatas tenk yang tak jauh didepan kelas, bersama Tina, Lian, Pera, dan Bagus. Kebetulan Bu Tina memberi tugas untuk dikerjakan segera. Bu Tina adalah seorang guru pujaan kami. bagaimana tidak dia seorang guru yang rupanya sangat begitu rupawan. Wajahnya putih bersih walau tak tinggi semampai, berjilbab, dan sangat menyayangi murid-muridnya.
Dibelakang kelas terdapat tempat smapah yang sedang dibakar dan tak urung asap dari pembakaran tersebut sangat banyak dan membuat siswa sesak nafas bahkan sampai batuk-batuk. Disebelah ku Pera dan Bagus sedang bermesra dan memedu kasih mereka. Tapi kami tahu bahwa mereka pacaran namun mereka tetap saja bilang "Kami Tidak Pacaran". Hal itu sangat membuat api di dada ku.

UDAH DULU YA GUYS GUE LAGI MUMET. INI CURHATAN GUE. NYATA DALAM HIDUP GUE.
GUE JANJI BAKAL NULIS LAGI :) TAPI BUKAN SEKARANG.
BYE

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar